Senin, 20 Februari 2012

Seni rupa kelas 3 SMP

*  Seni Rupa Murni Daerah

A.    Konsep Seni Rupa Murni Daerah

Seni rupa murni daerah adalah gagasan manusia yang berisi nilai-nilai budaya daerah tertentu yang di ekspresikan melalui pola kelakuan tertentu dengan media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna. Dengan kata lain, seni rupa murni daerah adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nilai budaya daerah tertentu.
Karya seni rupa murni banyak di jumpai  di daerah-daerah, misalnya seni lukis Sokaraja Banyumas dan seni patung Muntilan-Magelang Jawa Tengah, seni lukis wayang dan patung keramik Bantul Yogyakarta, seni lukis dan seni patung Ubud Gianyar Bali, seni patung Asmat Papua, dan masih banyak karya seni murni dari daerah lain. Ciri khas yang membedakan karya seni rupa murni daerah satu dengan daerah lainnya adalah nilai-nilai budayanya.

B.    Ragam Seni Rupa Murni Daerah

1.      Seni lukis daerah
Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Nilai-nilai yang melekat pada lukisan dipengaruhi oleh budaya yang dimiliki pelukisnya.
2.      Seni Patung Daerah

Seni patung merupakan cabang dari karya seni rupa yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi dengan bahan, alat, dan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan bermakna.

C.     Tema Seni Rupa Murni daerah

Tema yang sering muncul dalam karya seni rupa adalah hal seputar manusia dan hubungan dengan dunianya, yaitu:
Ø  Manusia dan dirinya sendiri
Ø  Hubungan manusia dengan manusia yang lain
Ø  Hubungan manusia dengan alam sekitarnya
Ø  Manusia dengan kegiatannya
Ø  Manusia dengan alam benda
Ø  Hubungan manusia dengan alam khayal

D.    Gaya Seni Rupa Murni Daerah

Gaya seni rupa murni yang ada di daerah lebih cenderung tradisional. Hal ini disebabkan perupanya yang mempertahankan nilai-nilai tradisi daerah. Gaya seni rupa tradisional dapat dibedakan menjadi dua gaya, yaitu primitif dan klasik.

1.      Primitif
Primitif berarti pokok atau hal yang mendasar (sederhana). Masyarakat yang budayanya primitif memiliki karya seni rupa dengan ciri-ciri sederhana, baik dari segi bentuk maupun warnanya.

2.      Klasik

Klasik mengandung pengertian kuno atau zaman dahulu kala. Gaya klasik ini dipengaruhi oleh budaya India melalui agama Hindu dan Budha. Hal ini dapat dilihat dari bentuk bangunan candi dan patung.


*  Seni Lukis

A.    Pengertian

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang berdimensi dua. Melukis adalah membubuhkan cat di atas bidang yang datar. Pembubuhan cat tersebut diharapkan dapat mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif.

B.    Bahan Dan Alat

1.      Bahan

Bahan melukis adalah segala material yang dapat digunakan untuk kegiatan melukis. Bahan untuk melukis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu cat atau tinta dan bidang lukis.

2.      Alat

Alat untuk melukis adalah segala perkakas yang dapat digunakan dalam kegiatan melukis. Untuk melukis kita dapat menggunakan kuas cat air, kuas cat minyak, pisau palet, palet, sprayer, dan esel.

C.     Teknik

Teknik melukis adalah cara-cara yang digunakan untuk melukis. Yaitu:

1.      Aqarel

Teknik aqurel atau transparan adalah cara melukis dengan menggunakan bahan cat air dengan sapuan warna yang tipis sehingga hasilnya tembus pandang (transparent).

2.      Plakat

Teknik plakat merupakan cara melukis dengan bahan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan warna yang tebal atau kental sehaingga hasilnya tampak pekat atau menutup.

3.       Spray

Teknik spray atau semprot adalah cara melukis dengan bahan cat yang cair yang di semprotkan dengan sprayer.

4.      Pointilis

Teknik pointilis atau titik-titik merupakan cara melukis yang dalam membuat gelap-terangnya gambar atau pencampuran warna dengan membuat titik-titik.

5.      Tempra

Teknik tempra merupakan cara melukis pada tembok dengan sedemikian rupa sehingga hasilnya menyatu dengan arsitektur.

D.    Gagasan Melukis

diperlukan gagasan yang kreatif dalam proses melukis. Ragam gagasan yang berupa tema dan gaya lukisan, baik seni rupa nusantara maupun mancanegara dapat dijadikan pedoman untuk berkarya.

E.     Langkah-Langkah Melukis

1.      Cat Air dengan teknik Aquirel

Ø  Menyiapkan bahan dan alat
Ø  Menemukan gagasan
Ø  Membuat sketsa
Ø  Membasahi kertas dengan air
Ø  Mewarnai
Ø  Sentuhan akhir

2.      Cat Akrilik / Minyak dengan teknik Plakat

Ø  Menyiapkan bahan dan alat
Ø  Menemukan gagasan
Ø  Membuat sketsa
Ø  Mewarnai
Ø  Sentuhan akhir.



*  Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara

A.    Konsep Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara

Seni rupa murni nusantara adalah seni rupa murni yang berisi nila-nilai budaya nusantara. Sedangkan seni rupa murni mancanegara adalah seni rupa murni yang berisi nilai-nilai budaya mancanegara, tempat perupa berasal. Ciri khas yang membedakan karya seni rupa murni nusantara dengan mancanegara adalah nilai-nilai budayanya.

B.    Ragam Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara

1.      Seni Lukis

Seni lukis merupakan dalah satu cabang dari seni rupa murni yang berdimensi dua. Dari pembubuha cat para pelukis mencoba mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif.

2.      Seni Patung

Seni patung merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi tiga. Membuat patung berarti membuat benda tiga dimensi.

3.      Seni Grafis

Seni grafis merupakan cabang dari karya seni rupa murni yang berdimensi dua. Bersdasarkan dimensinya, seni grafis sama dengan seni lukis, namun dari segi teknik pembuatannya memiliki perbedaan.

C.     Gaya Seni Rupa Murni Nusantara dan Mancanegara

Gaya / corak atau aliran dalam seni rupa beraneka ragam, yaitu:

1.      Tradisional

Gaya tradisional terdiri dari:
Ø  Primitif
Ø  Klasik

2.      Modern

Gaya seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaruan. secara umum. Modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Ø  Representatif
Representatif berarti sesungguhnya, nyata, atau sesuai sdwengan kweasdaan. yang tergolong representatif antara lain romantisme, naturalisme, dan realisme.

Ø  Deformatif
Dweformatif bwerarti pwerubahan bwentuk. Yang twergolong sdweformatif antara lain surealisme, impresionisme, ekspresionisme, dan kubisme.
           
Ø  Nonrepresentatif (Abstraksionisme)
Nonrepresentatif atau abstrak mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar dikenali.

3.      Postmodern

Postmodern atau disingkat ‘posmo’ adalah gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Seni rupa posmo memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan dan sedikit ornamental.


*  Patung

A.    Pengertian dan Fungsi Patung

Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi, artinya benda yang memiliki volume atau isi. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, patung diartikan sebagai benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatannya dipahat. Pada zaman dahulu patung dibuat untuk kepentingan keagamaan, seni patung dsicipta untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya. Berdasarkan tujuan pembuatanya, patung ada enam macam, yaitu:
Ø  Patung religi
Ø  Patung monumen
Ø  Patung arsitektur
Ø  Patung dekorasi
Ø  Patung seni
Ø  Patung kerajinan

B.    Corak Patung

Dilihat dari perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga corak sebagai berikut.
Corak imitatif (realis / representatif) merupakan tiruan dari bentuk alam.
XCorak sdweformatif bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam.
Corak nonfiguratif (abstrak) secara umum sudah banyak meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya.

C.     Ragam Patung

Jenis karya patung dapat kita berdasarkan menjadi tiga, yaitu patung dada, patung torso, dan patung lengkap.

D.    Media Karya Patung

1.      Bahan

a.      Bahan Lunak

Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah dibentuk. Misalnya tanah liat, plastisin, dan sabun.

b.      Bahan Sedang

Bahan sedang artinya tidak lunak dan tidak keras. Misalnya kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni.

c.       Bahan Keras

Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Bahan keras kayu contohnya kayu jati, kayu sonokeling, dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, dan batu granit.

2.      Alat

Alat yang dipergunakan untuk membuat patung adalah sebagai berikut.

a.      Butsir

Bustir adalah alat bantu untuk membuat patung yang terbuat dari bahan kayu dan kawat.

b.      Meja Putar

Yang dimaksud dengan meja putar adalah meja untuk berkarya patung dan dapat digerak-gerakkan dengan cara memutar. Fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.

c.       Pahat

Pahat jenisnya ada dua, yaitu pahat ukir untuk kayu dan pahat untuk batu.

d.      Palu

Palu merupakan alat pelengkap pahat tanpa palu tidak dapat berfungsi dengan baik.

e.      Cetakan
cetakan terbuat dari bahan gips. Kegunaannya untuk mencetak karya patung dari bahan cair.

f.        Kakatua

Alat ini terbuat dari besi dan berbentuk seperti paruh burung kakatua. Kegunaannya untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong kawat.

g.      Senduk adonan

Senduk ini terbuat dari besi dan kayu. Bentuk senduk cukup lebar dengan tangkai dari kayu.

3.      Teknik

a.      Teknik Membutsir

Membutsir yaitu membuat patung dengan cara memijit, menambah, dan mengurangi bahan yang dibentuk, dengan dibantu alat butsir.

b.      Teknik Memahat

Berbeda dengan teknik membutsir, dalam teknik ini hanya dapat dilakukan pengurangan.

c.       Teknik Mencetak

Teknik mencetak ada dua macam yaitu cetak tekan dan cetak tuang (cor).

d.      Teknik Konstruksi

Konstruksi artinya bangun atau susunan. Teknik konstruksi adalah membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik dengan kerangka ataupun tanpa kerangka.

E.      Membuat Patung

1.      Patung Bahan Lunak

Teknik membuatnya dengan cara membutsir. Langkah pengerjaannya sebagai berikut .
Ø  Siapkan tanah liat atau plastisin
Ø  Siapkan alat bantu butsir dan air
Ø  Siapkan meja putar
Ø  Siapkan gambar rancangan patung
Ø  Tempatkan tanah liat/plastisin di atas meja putar sedikit demi sedikit
Ø  Pijat-pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan
Ø  Jika bahan kurang bisa ditambah, dan sebaliknya
Ø  Sempurnakan bentuk dengan alat bantu butsir
Ø  Berikan sentuhan akhir dengan pembentuk detail patung dan dihaluskan

2.      Patung Kayu

Patung ini dikerjakan dengan teknik memahat. Membuatnya dengan langkah-langkah berikut ini.
Langkah 1
Ø  Siapkan balok kayu
Ø  Pindahkan gambar/pola diatas permukaan kayu. Gambar pola pada kayu kelihatan dari semua sisi
Langkah 2
Ø  Berilah selotip melingkar pada balok, tetapi jika dipahat langsung tidak perlu menggunakan selotip
Langkah 3
Ø  Lakukan pemotongan dengan menggunakan gergaji dari empat sisi
Ø  Pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global
Langkah 4
Ø  Buatlah bentuk global
Ø  Bandingkan dengan pola/gambar
Ø  Gosoklah dengan menggunakan amplas
Langkah 5
Ø  Lanjutkan dengan membuat detail bentuk
Ø  Haluskan dengan amplas lagi
Langkah 6
Ø  Difinishing dengan menggunakan cat akrilik atau melamin

3.      Patung dari Semen, Pasir, dan Gips

Untuk membuat patung ini menggunakan teknik mencetak. Langkah pengerjaannya sebagai berikut.
Ø  Siapkan semen dan pasir yang sudah disaring
Ø  Siapkan cetakan, ember, senduk adonan, dan tali karet
Ø  cetakan diikat dengan tali karet
Ø  siapkan adonan semen, pasir, dan air secukupnya
Ø  tuangkan adonan kedalam cetakan hingga penuh
Ø  rendam didalam air selama kurang lebih 2 hari
Ø  buka ikatan tali karet dan cetakan perlahan lahan
Ø  sentuhan akhir, patung dihaluskan

4.      patung dari Besi, Kawat, Semen, dan Pasir

untuk membuat patung ini dapat menggunakan teknik konstruksi. Langkah-langkah pengerjaannya adalah sebagai berikut.
Ø  Siapkan bahan besi, kawat, semen, dan pasir halus
Ø  Siapkan alat gergaji besi, kakatua, senduk semen, dan ember
Ø  Siapkan gambar rancangan patung
Ø  Potong besi dengan gergaji besi sesuai gambar rancangan patung
Ø  Besi yang sudah dipotong diikatkan dengan kawat di atas papan
Ø  Siapkan adonan semen, pasir, dan air secukupnya
Ø  Letaka adonan pada bagian bawah menuju ke atas sedikit demi sedikit
Ø  Sempurnakan bentuk patung dengan membuat detailnya
Ø  Sentuhan akhir, patung diwarnai..










SELESAI !!!!!.........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar